Kandangan

Kamis, 22 Maret 2012

AMANDIT KANDANGAN, HULU SUNGAI SELATAN

1. Di Kalimantan Selatan produk budaya pada masa bercocok tanam ditemukan pada situs arkeologi yang diteliti oleh balai arkeologi Banjarmasin yaitu situs jambu hilir Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
2. Situs jambu hilir sebagai bekas hunian kuno berciri prasejarah tapi masih mempertahankan tradisi neolitik dengan ciri-ciri artefak batu dengan unsur teknologi kapak persegi, manik-manik tanah liat, batu giling, perhiasan emas dan kuningan.
3. Salah satu bukti telah adanya pemanfaatan teknologi logam adalah temuan musi (musa) atau kowi yaitu wadah melebur emas dan kuningan di situs jambu hilir kandangan.
4. Selain musa dan wadah peleburan, menurut informasi penduduk jambu hilir kandangan di sana juga pernah ditemukan topeng emas dan alat-alat logam besi.
5. Ada beberapa produk budaya mesolitikum yang ditemukan, yaitu batu giling dan serpih dari jenis batu rijang dan batu pukul, bersama-sama dengan temuan gerabah di situs jambu hilir kandangan dan berasal dari masa bercocok tanam.
6. Teknologi situs jambu hilir kandangan masih sederhana, walaupun sudah menggunakan roda putar, tatap dan pelandas. Jadi pasirnya tidak di saring dan gerabah yang dihasilkan agak kasar.
7. Asal tempat benda prasejarah museum lambung mangkurat :
• Desa jambu hilir, Kecamatan kandangan
• Desa simpur, Kecamatan simpur
• Desa jambu hulu, Kecamatan padang batung
• Desa jambu hulu muka, Kecamatan padang batung
8. Kehidupan dengan rumah besar yang cara hidupnya seperti tersebut di atas masih terlihat nyata pada suku bukit meratus di Kecamatan Loksado.
9. Di Kecamatan Loksado, dimana dalam satu desa mereka mendirikan balai adat yang sekaligus menjadi tempat tinggal, dengan kamar atau ruangan mengelilingi rumah tengah tempat upacara tersebut. Satu kamar dihuni oleh satu keluarga.
10. Pangeran Tumenggung dari kerajaan Negara Daha mengalami kekalahan, lalu mundur dan bertahan di muara sungai Amandit.
11. Sultan Suriansyah yang sebelum masuk islam bernama Pangeran Samudera adalah pewaris sah dari kerajaan Negara Daha.
12. Daerah teritorial kerajaan banjar yang kedua meliputi daerah Amandit.
13. Di bawah wilayah inti terdapat unit politik yang disebut daerah-daerah kekuasaan termasuk Batang Amandit.
14. Yaitu meliputi Batang hulu, Kandangan, Jambu, Bamban dan Pangambau.
15. Salah seorang belanda yang berusaha keluar untuk pergi mencari bantuan ke Banjarmasin, dibunuh di Sungai raya.
16. Pada bulan September 1859 Demang lehman, bersama pimpinan lainnya seperti Pangeran Muhammad Aminullah, Tumenggung Jalil berangkat menuju Kandangan yang juga dihadiri oleh tokoh-tokoh pejuang dari segala pelosok banua Amandit.
17. Selain itu terdapat pula pahlawan wanita kiai cakrawati yang selalu menunggang kuda yang sebelumnya ikut dalam pertempuran Benteng Gunung Madang di Kandangan bersama Tumenggung Antaludin.
18. Hasil pertemuan bulan September 1859 antara pangeran Hidayat, pangeran Antasari, kiai Demang lehman dan tokoh-tokoh perjuangan lainnya di daerah Kandangan menetapkan pembagian daerah perjuangan dari banua lima sampai dusun atas.
19. Setelah meletusnya perang Amuk Hantarukung, Jenajah Bukhari, Landuk dan Mat amin dimakamkan di kampung Parincahan, Kecamatan Kandangan yang di kenal dengan makam Tumpang Talu.
20. Sedangkan sembilan orang lainnya dihukum gantung oleh belanda, kemudian di makamkan di kuburan Bawah Tandui di kampung Hantarukung, Kecamatan Simpur.
21. Di setiap persimpangan sungai yang strategis dibuat benteng pengawasan wilayah, dengan demikian muncul kota-kota seperti Kandangan dengan Benteng Hamawang di dalamnya.
22. Afdeling Kandangan dengan ibukota Kandangan, terdiri dari Onderafdeling Amandit dan Negara, yang terdiri lagi dengan District Amandit dan District Negara.
23. Onderafdeling Kandangan dengan ibukota Kandangan, diperintah oleh Asisten residen sebagai kepala afdeling dengan dibantu oleh seorang civiel gezaghebber.

Senin, 18 Januari 2010

Datu Hulu Sungai Selatan

Keramat adalah suatu kejadian luar biasa yang diberikan Allah khusus bagi para hambanya yang bertaqwa dan shalih yang dalam istilah Al-Qur’an diberikan nama para Wali Allah. Keramat ini biasanya datangnya tidak pernah diidam-idamkan sebelumnya. Bahkan para Wali sangat takut sekali jika terjadi keramat atau kejadian luar biasa pada dirinya. Karena mereka takut jika hal ini akan menyebabkan takjub terhadap dirinya sebagai hamba yang diberi kemulyaan oleh Allah.
Oleh sebab itu biasanya para Wali jika terjadi suatu keramat pada dirinya mereka makin bertambah khawatir terhadap dirinya, kalau-kalau dia merasa ujub dan bangga terhadap dirinya yang menyebabkan dia tergelincir hatinya. Mereka akan bertambah tawadhu dan penuh kekhusyuan seolah-olah mereka sedang berhadapan dengan Allah Ta’ala.
Umumnya keramat itu terjadi sewaktu-waktu dalam keadaan tertentu. Sebagian keramat itu ada yang terjadi dalam waktu yang terbatas disaat itu saja. Namun sebagian lagi ada berkepanjangan yang dapat disaksikan orang sampai beberapa generasi. Namun yang paling banyak terjadi hanya terbatas pada waktu tertentu saja. Yang mana kejadian itu akan menunjukkan kekuasaan Allah yang diberikan kepada hambanya yang disukai. 

Datu Balimau Kandangan
Tugas dakwah tidaklah mengenal waktu dan tempat. Dari sekian banyak keturunan Datu Kalampayan yang berdakwah ke luar daerah, tersebutlah nama 'Alimul 'Allamah Haji Ahmad bin 'Alimul 'Allamah Mufti Haji Muhammad As'ad. Beliau adalah seorang yang sempat mendulang dan mendapat ilmu dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari datu beliau dan dari ayah beliau yang merupakan seorang mufti, seorang yang berilmu lagi mengamalkan ilmunya, rendah hati, pemurah, penyabar, disegani, berpantang dgn yang syubhat (wara), lagi berani menegakkan kebenaran dan membasmi kebatilan.
Beliau mendapat tugas untuk menyebarkan ajaran agama islam di daerah Balimau. Dengan ilmu yang beliau miliki dari hasil belajar dengan datu beliau yang berpengetahuan luas, beliau melakukan dakwah. Setiap kali beliau menyampaikan pengajian selalu disambut dengan penuh suka cita oleh murid beliau serta masyarakat daerah Balimau.
Sekarang makam Datu Ahmad Balimau termasuk dalam daftar obyek wisata religius untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kandangan.

Datu Taniran Kandangan
Almarhum yang dimakamkan di Kubah Taniran ini bernama Haji Muhammad Thaib yang bergelar Haji Sa'duddin bin Haji Muhammad As'ad bin Puan Syarifah binti Al-'Alimul Allamah Syekh Haji Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Sejak kecil beliau telah mendapat pendidikan langsung dari ayah beliau sendiri yaitu 'Alimul Allamah Haji Muhammad As'ad, yang pada ketika itu menjabat sebagai mufti Kerajaan Banjar. Beliau berhijrah dan menetap di Kampung Taniran adalah untuk menjadikan kampung tersebut tempat untuk mengajar dan sebagai pusat atau basis penyiaran agama islam untuk daerah Hulu Sungai atau Banua Lima.
lebih kurang 45 Tahun guru besar ini mencurahkann hidupnya untuk tegaknya agama islam di bumi antaludin kandangan, setelah berhasil mencetak ulama-ulama penerus yang tersebar di sekitar hulu sungai tempo dulu, maka pada tanggal 5 Shafar 1278 H atau sekitar 1858 M, beliau berpulang ke Rahmatullah dalam usia lebih dari 1000 bulan atau sekitar 84 tahun.
Selamat Sejahtera atas seorang hamba yang yang baik sejak ia dilahirkan hingga ia wafat dan ketika nanti ia dibangkitkan kembali.